Menjadi Korban Penganiayaan, DPO Kasus Ilegal Mining Lolos Dari Genggaman Polisi

Menjadi Korban Penganiayaan, DPO Kasus Ilegal Mining Lolos Dari Genggaman Polisi
Foto : Ilustrasi

TANAH DATAR - Senin (15/02) jajaran Polsek Lintau Buo Utara, Polres Tanah Datar mengamankan Rio (30) di Jorong Melur Nagari Lubuak Jantang Kec. Litau Buo Utara karena menikam dengan sebilah pisau majikannya sendiri JS (48).

Belakangan diketahui JS masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumbar terkait kasus ilegal mining.

Namun, harapan kasus penganiayaan yang meninpa JS menjadi pintu masuk bagi jajaran Ditkrimsus untuk menangkap JS yang sudah 1 tahun belakangan menjadi buruannya sirna sudah, pasalnya meski polisi sudah bertemu JS saat melihat kondisinya saat di rawat disebuah puskesmas, polisi tidak segera mengamankannya, sehingga akhirnya JS kembali melarikan diri.

Dikonfirmasi melalui selulernya, Kapolsek Lintau Buo Utara Iptu. Pifzen Finot, SH berdalih ia dan jajarannya tidak mengetahui JS merupakan DPO maka dari itu ia tidak mengamankan JS.

“Saya taunya yang bersangkutan DPO dari salah seorang rekan wartawan kemarin sore, setelah saya koordinasi dengan Kasat Reskrim ternyata benar yang bersangkutan DPO”, kata Kapolsek kepada indonesiasatu.co.id, Rabu (17/02).

Saat ini Rio yang menjadi pelaku penganiayaan terhadap JS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan. Dalam hal ini Kapolsek menambahkan, jika sampai batas waktu penahanan Rio, JS tidak kunjung ditemukan pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan proses hukum terhadap Rio.

“Saat ini saya masih berkoordinasi dengan pembina fungsi (Kasat Reskrim) dan pihak keluarga untuk mengetahui keberadaan korban (DPO), yang jelas jika yang bersangkutan tidak ditemukan sebelum masa penahan tersangka habis kita akan gelar (perkara penganiayaan-red)”, imbuhnya.

Terpisah, Kabidhumas Polda Sumbar Kombes. Pol. Satake Bayu Setianto mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan ke jajaran Ditkrimsus untuk berkoordinasi dengan Polres Tanah Datar. “Saya sudah sampaikan ke Ditkrimsus untuk berkoordinasi dengan Polres Tanah Datar agar yang bersangkutan segera bisa ditangkap, terimakasih atas informasi ini”, Saut Kombes. Pol. Satake melalui sambungan telpon, Rabu (17/02) siang. (JH)

polrestanahdatar korbanpenganiayaan dpo
Joni Hermanto

Joni Hermanto

Previous Article

Pengawalan Ketat Vaksin Sinovac di Tanah...

Next Article

Kapolsek LBU Terkesan Kurang Tanggap Terkait...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi

Postingan Bulan ini: 258

Postingan Tahun ini: 1290

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide

Herman Djide verified

Postingan Bulan ini: 225

Postingan Tahun ini: 1345

Registered: Sep 22, 2020

salehwagidi

salehwagidi

Postingan Bulan ini: 154

Postingan Tahun ini: 270

Registered: Apr 16, 2021

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 145

Postingan Tahun ini: 768

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Widian.

Diduga Sebut Yorri Bukan Orang Toraja, Dakka: Apakah Tidak Ada Bahasa yang Santun
Tak Pernah Pegang Kartu ATM, Bansos PKH Diduga Dicairkan Pengurus
Orang Tua Korban Pemukulan di Nagori Sihaporas Akui Buat Laporan Palsu Ke Polres Simalungun Karna Disuruh
Beredar Kabar Ombas Bakal Ubah RSUD Pongtiku, Yunus Garaga: Yang Penting  Sudah Milik Pemda

Follow Us

Recommended Posts

Adelin Lis Ditangkap, Ini Pendapat Ketua Asosiasi Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia
Terkait Adelin Lis, Ini Pendapat Guru Besar Hukum Internasional  Universitas Indonesia
Dugaan Korupsi pada PT.ASABRI,  Kejagung RI Kembali Periksa 4 Saksi
Tim Jaksa Penyidik Periksa 1 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pembelian Gas Bumi PDPDE Sumatera Selatan
Terus Berproses, 1 Saksi Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Pengalihan IUP Batubara Sarolangun.