Mengantisipasi Meningkatnya Klaster Baru, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Mulai Dengan Prokes Ketat

Mengantisipasi Meningkatnya Klaster Baru, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Mulai Dengan Prokes Ketat
Foto : Dok. journalist.id/Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ariswandi

TANAH DATAR - Berdasarkan Inmendagri RI Nomor 32 Tahun 2021 Tanggal 9 Agustus 2021 Diktum Kesembilan dan mengacu pada SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Masa Pandemi dan edaran Bupati, Pemkab Tanah Datar mengizinkan di bukanya pembelajaran tatap muka terbatas.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas telah dapat dimulai sejak akhir bulan lalu tanpa melihat zona di nagari, ” kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Riswandi, Sabtu (17/09).

Dikatakan, keputusan telah disampaipaikan secara luas pada kepala sekolah dari tingkat PAUD/ TK, PKBM, SKB, LKP, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA dan SMK untuk mempersiapkan sarana utama yang mendukung pelaksanaan penerapan Prokes.

Menurut Riswandi, pelaksanaan PTM terbatas ini harus dilakukan dengan serangkaian persyaratan yang harus dipatuhi dan diikuti sekolah atau madrasah.

“Persyaratan yang diminta, yakni diwajibkan guru dan pegawai yang hadir ke sekolah telah menerima vaksinasi I dan vaksinasi II, ” tandas Riswandi.

Kemudian, lanjutnya, infrastruktur pendukung prokes di tiap satuan pendidikan serta madrasah dalam kondisi siap dilengkapi sarana tempat cuci tangan dengan air mengalir pakai sabun, lingkungan sudah disemprot dengan disinfektan, meja siswa jarak 1, 5 meter, memiliki thermogun pengukur suhu, Satgas Covid-19 sekolah sudah dalam kondisi siap bertugas.

Diutarakan, pelaksanaan PTM terbatas atas persetujuan orangtua dan atau komite sekolah, telah mengisi daftar periksa di Dapodi atau EMIS.

Saat berada di sekolah dan madarasah, tambah Kadis, guru pegawai dan siswa memakai masker, khusus guru disarankan pakai face shield.

Lalu, siswa membawa makanan dan minuman dari rumah, karena kantin sekolah ditutup dan tidak ada yang berjualan di depan sekolah atau madrasah.

Bagi guru pegawai dan siswa yang kurang sehat dilarang untuk datang. Sedangkan untuk siswa giliran shifting di rumah tetap dapat layanan pembelajaran dari guru.

Sebelumnya, PTM terbatas terundur akibat banyak nagari di Tanah Datar termasuk zona merah Covid-19, yang membuat Pemkab harus menutup sekolah dan madrasah menjelang dimulai awal semester pertama. Pelajar harus mengikuti pembelajaran daring di rumah.(JH)

prokes tanahdatar
Joni Hermanto

Joni Hermanto

Previous Article

Bupati Eka Putra Lantik 298 Pejabat Baru...

Next Article

Bupati Eka Putra Harapkan Pemuda Dukung...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 330

Postingan Tahun ini: 2924

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 294

Postingan Tahun ini: 2484

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 209

Postingan Tahun ini: 2435

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 124

Postingan Tahun ini: 560

Registered: May 7, 2021

Profle

Joni Hermanto

Diduga Kubur Pasien Negatif Covid Dengan Cara Pemakaman  Positif. RSUD Panglima Sebaya Digruduk Masa
Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pemuda di Bantaeng Bantai Kedua Orang Tua dan Saudara Kandungnya
Ronny D Daniel, Pejuang Kemanusiaan Itu Tutup Usia
Bermodalkan Ponsel Berkedok Wartawan Datangi SPBU Sangbua

Follow Us

Recommended Posts

Bicara di Webinar IKAFE, Wagub Audy Kritik Kecenderungan Anak Muda yang Suka Instan
Rang Mudo Marandang, Kantor  Balaikota Padang Bakal Beraroma Rendang
Sharing Tentang Penerapan Tim Kewaspadaan Dini, Wako Solok Sambangi Pemko Medan
Gebyar Vaksin 30 Oktober, Pemko Solok Sediakan Doorprize 1 Unit Sepeda Motor
Unit Kegiatan Mahasiswa UNP Gelar Kegiatan RANJAW 2021