Jurnalis Tanah Datar Bak Pahlawan Ditengah Pandemi Covid-19

Jurnalis Tanah Datar Bak Pahlawan Ditengah Pandemi Covid-19
Foto : Deskripsi

TANAH DATAR - Pandemi membangun batasan dalam berinteraksi, tak terkecuali bagi jurnalis. Dalam bencana lain seperti banjir, gempa bumi, hingga tsunami, jurnalis relatif masih bebas bergerak di lapangan untuk mengumpulkan data. Di tengah pandemi virus corona, sebagian besar kebebasan itu terenggut. Wawancara telepon, konferensi pers melalui media poll, hingga diskusi atau seminar yang harus diselenggarakan lewat aplikasi.

Padahal di sisi lain, pemerintah melalui gugus tugas menjadi sumber utama informasi dasar terkait perkembangan pandemi ini. Pemerintah memiliki struktur hingga ke bawah untuk pengumpulan data dan menyajikannya sebagai satu-satunya data resmi yang harus dikutip media. Begitupun di daerah, data menjadi wilayah yang sepenuhnya dikuasai Pemda/Pemko.

Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat kami para jurnalis Tanah Datar untuk berburu berita demi memenuhi kebutuhan informasi masyarakat terutama terkait penanganan dan pencegahan penularan Covid-19.

Dengan motto  "Biar Kami Berburu Berita Diluar Rumah, Anda Menbaca di Dalam Rumah" kami tak bisa berleha-leha semaunya. Kami harus berpikir strategik dan bergerak cepat untuk mendapatkan informasi terkini sebagai bahan berita.

Salah seorang teman saya, Erik misalnya, adalah jurnalis muda yang lumayan energik. Ia terbilang lincah berburu berita tanpa perlu didorong-dorong oleh atasannya. Berita yang jadi fokus adalah  seputar Covid-19.

Dan, itulah yang dikejarnya dari pagi hingga sore, terkadang sampai malam, 6 hari dalam seminggu. Kendati terkadang merasa lelah, tetapi tanggung jawabnya menyebabkan dia harus bekerja keras. Dalam sehari, Erik wajib menyetor 2 buah berita kepada redaksi media tempat dia bernaung.

Kendati pun terbilang muda usia dan freshgraduate , Erik termasuk cerdas ketika melakukan wawancara dengan para narasumber.

Pernah suatu kali, saya mendengarnya saat sedang mewawancarai narasumber melalui telpon seputar masalah berita hoaks yang banyak muncul di media sosial belakangan ini. Terasa sekali ia pintar bertanya hingga mendapatkan bahan-bahan yang komplit untuk ditulis. Saya suka melihat caranya bertanya dan mampu menggali secara dalam.

Baca juga: Bukittinggi Bangkit

Lain Erik, lain pula Mister Tip. Jurnalis pria dengan nama asli Bahtiar Danau ini memang lebih senior. Ia mampu menangkap intisari informasi dengan sangat baik.

Pengalamannya dalam melakukan wawancara dan menulis sangat baik, juga dalam menyusun berita. Ia sudah mampu membuat judul berita yang menggoda sekaligus mencerminkan isi dan membuat lead berita yang menarik.

Meski sering dilanda paranoid akan terpapar virus Covid-19 namun tidak menyurutkan semangatnya terjun ke lapangan untuk meliput kegiatan para pejabat terkait dengan penanganan covid-19.

Saat pandemi mengintai, para jurnalis kini mulai memikirkan bagaimana mendapatkan berita tanpa selalu harus bertemu langsung dengan narasumber. Caranya? Wawancara dilakukan melalui telepon. Jika dibutuhkan data rinci, maka kita akan menggunakan fasilitas whatsapp untuk mendapatkannya.

Dengan cara seperti itu, masih dimungkinkan bagi kita para wartawan untuk mengumpulkan bahan berita. Artinya, pekerjaan ke-jurnalistik-an masih bisa tetap dilakukan dengan pola work from home (WFH), kendati pun dalam beberapa kasus kita merasa perlu bertemu dengan narasumber. Jika urgen benar, barulah hal itu dilakukan.

Interaktif di Radio Luhak Nan Tuo

Seorang sahabat saya yang bertugas di Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar yang akrab disapa Amay juga tak kehabisan inovasi untuk memenuhi informasi pendengar setianya dimasa pandemi ini.

Kemampuan dan suaranya sangat pas untuk peran sebagai master of ceremony. Jika ada pihak yang membutuhkan MC, penyelenggara kegiatan sering menunjuk Amay untuk meng-handle tugas ini, dan hasilnya selalu sukses.

Untuk acara siaran interaktif biasanya Radio Luhak Nan Tuo menggelarnya di studio siaran. Namun, belakangan, banyak acara dilakukan by phone. Mengapa?

Apalagi kalau bukan untuk memenuhi syarat physical distancing dan protokol kesehatan. Para narasumber dihubungi terlebih dahulu, diminta kesediaan untuk wawancara melalui telepon. Dalam kontak awal itu disepakati acara dan jadwal interaktifnya.

Saya pernah beberapa kali mendengar siaran interaktif yang dibawakan oleh Amay. Seluruh narasumber, bukan diminta ke studio, melainkan cukup wawancara melalui handphone yang disiarkan secara live. Tetapi waktunya sangat dibatasi, hanya 5-10 menit.

Jumpa Pers Secara Online

kegiatan yang penting untuk dipublikasikan. Tapi, sejak bencana covid-19 merebak, pemerintah daerah melakukan jumpa pers secara online dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Aplikasi zoom menjadi pilihan.

Ketua Satgas Covid-19 selaku narasumber tinggal berbicara di kantornya, ditemani dua-tiga orang yang membantu secara teknis, sedangkan kita wartawan cukup standby di tempatnya masing-masing, entah di rumah atau di mana pun kita sedang berada.

Jumpa pers online ternyata tak kalah efektif dengan jumpa pers biasa (tatap-muka). Tanya jawab pun dapat dilakukan dengan baik. Komunikasi sama sekali tak terganggu asal bandwith atau sinyal internet stabil dan bagus. Narasumber, dalam hal ini, Tim Satgas Covid-19 dapat menyampaikan informasi secara tuntas, para jurnalis pun dapatkan bahan berita yang lengkap. Kalau pun, misalnya, ada yang ketinggalan dan perlu ditanyakan lagi, kita masih bisa melakukan konfirmasi melalui telepon atau whatsapp.

Begitulah secuil kisah perjuangan para jurnalis dalam berburu berita. Kita tetap produktif kendati pandemi sedang mengintai.

Selamat bertugas teman-teman para jurnalis. Tetap jaga kesehatan dan sukses! (JH)

covid19 jurnalis pandemi
Joni Hermanto

Joni Hermanto

Previous Article

Cegah Klaster Baru Penyebaran Covid-19,...

Next Article

Update Senin 21 Desember 2020 : Perkembangan...

Related Posts

Peringkat

Profle

Afrizal verified

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 330

Postingan Tahun ini: 2924

Registered: Sep 25, 2020

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 294

Postingan Tahun ini: 2484

Registered: Feb 19, 2021

Herman Djide. B

Herman Djide. B verified

Postingan Bulan ini: 209

Postingan Tahun ini: 2435

Registered: Sep 22, 2020

Pardal Riyanto

Pardal Riyanto

Postingan Bulan ini: 126

Postingan Tahun ini: 562

Registered: May 7, 2021

Profle

Joni Hermanto

Diduga Kubur Pasien Negatif Covid Dengan Cara Pemakaman  Positif. RSUD Panglima Sebaya Digruduk Masa
Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pemuda di Bantaeng Bantai Kedua Orang Tua dan Saudara Kandungnya
Ronny D Daniel, Pejuang Kemanusiaan Itu Tutup Usia
Bermodalkan Ponsel Berkedok Wartawan Datangi SPBU Sangbua

Follow Us

Recommended Posts

Polres Pasaman Beri Ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda
Ibnu Asis Hadiri Acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelamatan Arsip
Rang Mudo Marandang, Kantor  Balaikota Padang Bakal Beraroma Rendang
Gunakan Momentum Reses, HM. Nurnas sambangi Petani Bawang dan Pokdarwis
Bicara di Webinar IKAFE, Wagub Audy Kritik Kecenderungan Anak Muda yang Suka Instan